Survei Lapangan Stimulant Jamban Desa Gambangan

Survei Lapangan Stimulant Jamban Desa Gambangan (9 Agustus 2018)

Berdasarkan data TribunNews.com (November, 2017), dari 209 desa di Kabupaten Bondowoso, baru 19 desa yang sudah dinyatakan Open Defecation Free (ODF). ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam sebuah komunitas tidak lagi BAB sembarangan, sehingga menempatkan Bondowoso berada di posisi 37 dari 38 kabupaten kota di Jawa Timur dengan akses sanitasi terendah. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso melalui Puskesmas meluncurkan program Stimulant Jamban sebagai upaya mewujudkan Bondowoso bebas dari buang air besar (BAB). Selain itu, program ini juga melibatkan organisasi profesi mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perawat serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk membantu pembuatan jamban di beberapa wilayah di Bondowoso.

Sebagian besar masyarakat Desa Gambangan melakukan kegiatan MCK di sungai, sehingga desa ini mendapatkan stimulant jamban sebanyak 90 buah yang terbagi ke dalam lima dusun. Stimulant tersebut berupa pemberian bahan baku bangunan yakni pasir, semen, pipa, kawat, dan jamban, sedangkan untuk biaya tukang berasal dari warga itu sendiri. Sistem pembagiannya yakni setiap dua atau tiga rumah tanpa jamban yang berdekatan, mendapatkan satu stimulant jamban. Beberapa pegawai Puskesmas Maesan (Bu Susan dan Pak Totok) yang dibantu oleh mahasiswa KKN Desa Gambangan melakukan survei lapang ke beberapa rumah warga. Pada kesempatan tersebut mahasiswa KKN khususnya mahasiswa kesehatan (farmasi) membantu mendata penerima beserta lokasi penempatan jamban dan memberi sedikit penyuluhan atau pengetahuan mengenai pentingnya sanitasi dan BAB pada tempatnya. Para warga menyambut dengan senang dan antusias program stimulant jamban tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *